Oleh kawan Suherman Emje, Minggu 07-02-10 01:56
tanah retak
pepohonan pun sekarat
matahari tinggi
menghirup angin
keringatku sendiri
dihirup hingga mengering
sepasang belalang loncati kali
yang kerontang
sementara orang-orang di sebrang jalan
berteriak sumbang
"Tuhan, di manakah telaga air qudus-MU?"
-(Kemarau 1984)-


