Ucap
Bibir ini telah membuka kata-katanya
Penuh bercak hitam yang tak berujung
Kebohongan tak terhindarkan
Karena tuhanlah yang mengaturnya
Langit di penuhi tebaran bintang
Masih terpikir kebohongan di hari itu
Saat hakim tlah berkata dan mengotok palunya
Aku tersenyum di atas yang lain menangis
Dan sekarang mereka bahagia dan aku menangis
Jiwa dan ragaku permalukanku sendiri
Mulut ini tak segan-segannya
Mengeluarkan perkataan yang penuh liur anjing
Lidah ini selalu menjulur sambil melepas kata-kata tak bertanggung jawab
Aku tak memperindah diriku sendiri
Karena hati ini terus merintih karena perbuatannya sendiri
Lubuk hati ku selalu berdoa,tetapi apa tuhan mengabulkan doa seorang bajingan ini ?
Aku selalu putus asa menghadapi kelamnya masa lalu
Sungguh waktu adalah kunci segala kunci
Wahai jiwa ku jauhkan diriku dari ucapan yang berazab
Lihat orang-orang itu tertawakan aku karena perkataan itu
Apa yang harus ku lakukan,seandainya nyawa ini telah melayang dan keluar dari raga ini ?



