seperti halnya angin
kisahkanlah hujan dengan matamu yang mencari-cari awan
sebab tangan yang menengadah itu tak jua menghapus lara
usah kau bendung lautan,sejatinya air mata
bukanlah cerminan,dalamnya perasaan
kehilangan bukanlah garis perpisahan
kehilangan ialah permulaan keabadian
sebab adanya,untukmu dewasa
memaknai ada dan tiada
derasnya waktu yang merenggut
menyisakan kenangan renta
rapikan dan pungut
sebab ia tak pernah meminta




seperti halnya angin...
maka biarkan ia menemui pusat lautan...
karena mungkin di rumahmu ia akan membunuh tiang tiangnya...
relakan saja, dinda...
Salam kenal....
salam kenal ree risna
nah itu puisi sapa ??
sepertinya pernah baca
Ponco Kusumo
wah,,jangan2 puisi kamu ya... terus aku jiplak tanpa sadar...
. Ato mungkin ada yang satu pikiran sama aku... mbuh lah.... ga ngerti aku... Yo wes, yang penting sekarang dah jadi temen.
loh ??
haha ..
iyaaaa ..
senang berkenalan dengan anda
Ponco Kusumo