merenung di tepi sungai nalar
berandai kiranya ada sebuah tepi
di sebuah hilir di sebuah tanah berkerikil
dari dahan pokok randu
bersama kapas
mari terbang melihat pramudita
dari angin kita peroleh itu tinggi
sehingga kecil-kecil manusia serupa batang korek api
puaskah kau hanya melihat hitam kepala berubun-ubun?
jagad pramudita bagai pecahan mozaik
dalam warna dalam bentuk (dalam makna)
jangan harap dapat menafsir
jika terbang kau membubung tinggi
sebagai dewa pelototi bumi
marilah turun dan sapa itu petani
tanyakan padanya seberapa gendut bulir padi
seberapa lembut lumpur diinjak kaki
seberapa deras air mengaliri
ataukah semua kurus kering kerontang?
jangan terus menangis
buat apa nalar punyamu?




great... metafora yang apik
diksi yang efektif
asyiikk...
tipografinya indah..
runtut...