kamar
kau ruang sunyi tak bertepi
temani warna-warni hati
kau saksi bisu sebuah imajinasi
dari pikiran yang tak terbatasi
kau ruang terkumpulnya inspirasi
ketika hati dan pikiran berkorelasi
kau sisi terbentuknya benci
sewaktu hati dan pikiran beroposisi
tak kenal waktu tak kenal hari
ruangmu slalu setia menemani
tak sedikitpun kau mengomentari
setiap statment yang ku beri




meski tembok dapat membatasi
Imaji takkan bisa dikekang
meski tidak mengomentari
dia tetap ruang dimana kita dapat bebas telanjang
melihat setiap inci pori-pori tubuh sendiri