Kepada Uang
Aku giat mencarimu,
Ia cemburu karena merasa termadu.
Peluh dan asa kujual untukmu
supaya aku dapat melepas hasrat
merebah di ranjang empukmu
dan
mengganti atap langitNya yang telah setia memayungi lelahku
dengan atap hangatmu.
Ku cari engkau tuk menahan perih perut bocah kecilku
meski engkau tak dapat ku pinang di liangku.
Aku tak mencarimu,
Ia menjadi yang tunggal tak tergandakan.
Tetapi, atap langit memayungi sampai akhir,
dan bocah kecilku berebut jatah dengan kawanan cacing di perutnya
(februari2010dijakarta)




iya jujur banget
paradigma pengorbanan yang semakin hilang
terprofokasi hasutan materilalisme
menyongsong kecintaan akan duniawi
mengadaikan nikmat kekal surgawi
demimu aku rela menyakiti orang2 sekitarku
nilaimu membutakan konsistensi hati
efekmu adalah tumbuhnya bibit2 korupsi
yang merjalela di bumi pertiwi
Iya begitulah adanya...
temanya menarik karena membasah permasalahan yang padanya orang2 kebanyakan bergelut setiap hari. Kita membutuhkan tema2 seperti ini lebih banyak ketimbang tema2 sentimentil ttg cinta melul...juga pembagiannya yang separo mencari uang dan separo mencoba membantah paruh pertama.