Mengenangmu
Tak pernah jera mengenangmu
meski tahu Ia pasti akan menggarang
dan kembali menawarkan semangkuk duel
pada sekeping hati yang selalu terkulai.
Kata-Nya : "Kita lihat hati siapa yang kuat!
Hatimu untuknya kah atau hati-Ku untukmu."
Tak pernah mau hati berhenti terpanah
meski waktu telah payah merawat luka.
: biarkan waktu turut keriput dan jenuh saat menemaniku menunggumu di bibir asa.
(23/8/10,10:56,office)




oh...siapakah aku?
hingga hatimu harus memilih aku atau Dia?
aku punya pemakanaanku sendiri atas puisi ini (hehe sorii. ga bermaksud menyabotase lhoo...). Aku juga pernah berada di posisi kamu waktu itu, ketika mendekatinya berarti menjauhi-Nya.. hoho.. berat sekali rasanya...
Tuhan memang egois dan pencemburu. Ketika Dia sudah mencintai 'kita' pasti takkan pernah Dia biarkan 'hati' ini sepenuhnya dimilikinya. Pasti Dia rebut kembali 'kita' dari dia.
Selalu banggalah memiliki TUhan yang pencemburu itu..
Saya selalu suka dengan puisi2 mba Ree Risna..
Salam!
aneh? gagasan Tuhan mengandung paradoks, dia adalah yang egois dan pencemburu. selalu ingin mendominasi hati, kata kalian. kenapa Tuhan seperti ini layak dicintai?
Tak ada yg abadi