Ke Atas ^
  • Asin

    (untuk Alwi Atma Ardhana)

     

    Asinkah ini yang kau gambar, sayang?

    Dalam mimpiku merenangimu, dalam bening matamu mendarahkan retak jantungku.

    Kau, yang adalah kata-kataku sendiri, tersenyum senyap,

    raib bersama angin terakhir lenguh bodohku,

    serupa Nuh dalam bahtera yang kehilangan air lautnya.

    Menggaram.

     

    Keasinankukah ini, sayang?

    Saat harus kujahit kemaluanku sendiri seperti tiap kali kubenahi kancing bajumu lima detik seusai kau pergi.

    Mata rantai kekosongan yang kulupa, dan hanya benar-benar lupa.

    Lupa padaku, juga lupa padamu.

     

    Aku telah meratap, dari jendela hingga menjendela,

    dari Chairil hingga Clara,

    dari Lidah Ibu hingga lidah mertua,

    dari sepiring cap cai hingga cintaku yang kini kau kalkulasi

    Dan jika bukan karena hanya dia yang membuatku tak pernah mati, tak ingin kupercayai lagi puisi.


    | Link | Dibaca 984 kali
memuat Disqus ...

Diatra Bulan Ini



Almanak