Renda malam di ruang sang penjagal
teriak bising desah menggurat
dalam alun langkah mereguh
sedalam teriak onak dalam tubuh menggeliat
seukir jelita manis penuh peluh
aku berada antara ketenangan dan senda gurau
aku bagai dalam angan - angan tapi pasti
padahal ini hanya bualan belaka meracau
aku dipenuhi luka - luka kebohongan dan mati
tolonglah diri ini, siapa yang dapat menolong
anjing melonglongpun lebih baik dari teriak ku
berjalan menyusuri lintasan yang terpotong
dan aku bersandar lelah di kebun menara kosong
malam - malam seperti dalam renda malam
aku masuk dan masuk ke dalamnya lagi
terus menerus aku masuk dalam tanah yang kelam
dengan lebam tubuh ku lirih menuyusuri
kematian ini ada dalam mimpi, ada dalam angan - angan ku
seperti terjebak dalam liang yang makin menjulang kedalam
penuh sesak dengan jeritan sang pendosa melaku
dan berbondong - bondong menemui sang penjagal malam
entah mau diapakan seonggok tubuh ini
aku sudah tak berarti lagi dimata Tuhan
langkah gontai diatas riak darah mucikari
ingin bebas menguak kubur perlahan
rasa penyesalan hanya yang ada...
rasa dosa terus terpahat jelas menggurat tubuhku
aku yakin atas dosa apa yang telah kulakukan
dan aku kan kembali pada-Nya kelak dilain hari...




blank ya...oke banget
muter-muter.
_Drajat Ardawalika_