Sajak Rindu
(3 suara)
lewat pesan ini ku kirim:
rindu
karna darah telah mensetubuhi:
waktu
dan ovum yang merekah
diserang ribuan penjajah
adam jadah!
tak pernah ku tanyai diri mu
kenapa matahari, kenapa langit
kenapa bumi, kenapa aku di sini
sejuta akan terang
kau gelayuti di pundak
lewat jarak menempa, tumpukan buku
negeri para kesatria pencerita
ingin ku perkosa waktu
hingga kembali ke masa itu
ketika selimut rahim melindungi ku:
sebuah sajak rindu, mama!
Padang, 2011




hmmm
Menyadari eksistensi memang berat. Udah banyak banget pemikir(an) yang mengangkat masalah (ke)diri(an) ini; kebanyakan berangkat dari bagaimana manusia hanya menjadi obyek dari berbagai macam hal di sekitarnya. Bagaimana dengan anda???
masalalu yang menyenangkan itu menyedihkan di kekinian
masalalu yang pahit itu menyenangkan di kekinian.
terkadang saya iri dengan masalalu yang menyenangkan, ketika yang kini menyedihkan, dan yang kini menyedihkan itu kelak akan menyenangkan, sebagai ingatan.
tanga tanda