Blog Ratno sugito
kita belum bersama
Belum bersama,
Sabang 14 desember 2008
Kita berjumpa di jembatan hampa
Saling bantu pecah keremangan
Aku menunggu mu, untuk waktu
Kenangan saat itu
Saat kita nikmati warna merah tepi barat
Bersama berdua lengkapi panorama
Tetapi, kemana camar katamu?
Dan kenapa dengan bunga ku?
Apakah belum cukup penjelasan tentang itu.
Kembali kuterangkan keremangan tentang aku.
malan menanti pagi
Malam nanti pagi
Perjalanan pulang
Malam ini penuh dengan harapan
Tentang bagai mana esok pagi
Tentang bagai mana bumga ku yang indah
Perjalanan ini penuh dengan harapan
Bintang tampak jelas
Dengan anggunnya hiasi malam
Dan bulan setia sebagai mahkota nya
Aku dan apa yang ada di sekitar ku
Hanya pasrah nikmati pesonanya
Ada rasa ingin tahu, tentang bagai mana esok pagi
satu
SATU
Satu
Satu persatu
Satu persatu orang yang kusayang pergi
Satu, dan satu tanya kemana?
Satu
Satu harapan, dan
Satu ingin ku, jangan tinggalkan
Satu
Satu persatu pergi
Dan satu tanya, mengapa meninggalkan ku
Ibu ,orang yang kucinta
Sobat, teman sejati
Kamu, yang katanya akan setia
Satu
Satu hari nanti
Mungkinkah mereka memaafkan khilaf ku.
Pena Ku
Pena Ku
Untuk Penaku
Senandung Syair cerita lama
Tawa ceria kala bersama
Tak ada ragu dalam sapa
Walau yang dulu itu hanya kenangan
Untuk penaku yang akan pergi
Jangan lupakan kisah-kisah tentang kita
Menagislah tanda kepergian mu
Tertawalah tanda ketidak pastian
Kapan kita akan bersua lagi
Untuk penaku yang tak terganti
Akan kujadikan cerita untuk anak cucuku nanti



