Redaksi

Koordinator Umum

Wahmuji lahir di Sragen pada 2 Mei 1985. Bersekolah TK-SD di kampungnya, lalu melanjutkan pendidikan SLTP dan SLTA-nya di Solo. Menamatkan kuliah di Universitas Sanata Dharma jurusan Sastra Inggris.

Wahmuji adalah salah satu dari lima penggagas dan pengurus awal MediaSastra.com (2008). Ia merasa masuk ke dunia sastra saat bersama beberapa temannya membuat komunitas kampus Sastra Mungil (2004), yang saat ini sudah tidak eksis lagi. Dari komunitas kecil itulah kecintaannya pada dunia sastra dan teks meningkat tajam dan proses belajarnya dimulai.

Tulisan Wahmuji berupa puisi pernah terbit dalam antologi puisi Poetik yang diterbitkan oleh Universitas Sanata Dharma atas prakarsa Media Sastra. Ia menjadi salah satu penulis dalam 100 Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan yang diterbitkan oleh [i:boekoe].

Wahmuji juga merupakan salah satu dari tiga penggagas suratkabar bahasa LIDAHIBU dan salah satu penulis tetap. Ia juga pendiri dan penerjemah di perusahaan penerjemahan Translexi.

Pengembangan Situs

Fransiskus Jati Adi N, biasa dipanggil Jati, adalah lulusan Sastra Inggris di Universitas Sanata Dharma. Namun, kesukaannya pada dunia IT (Information Technology) malah membawanya menjadi seorang pengembang website dan wirausahawan. Menjadi seorang otodidak adalah jalan yang ia tempuh untuk apa yang disukainya itu.

Sebagai seorang otodidak, Jati terbiasa dengan hal-hal baru dan gemar akan eksplorasi. Ia bisa tahan seharian di depan monitor, berkomunikasi dengan teks-teks pemprograman dan desain. Ketahanannya inilah yang secara tidak sadar membawanya menjadi seseorang yang mahir dalam masalah website dan perkembangan teknologi tanpa mengantongi sertifikat, seorang ‘amatir’ yang bisa lebih jago daripada kaum ‘profesional’.

Jati adalah salah satu dari lima penggagas dan pengurus awal MediaSastra.com (2008). Selain sebagai pengembang dan pemelihara situs MediaSastra, Jati juga mendirikan dan mengurusi usaha pengembangan website-nya, Insfilo. Ia adalah juga salah satu pendiri usaha penerjemahan Translexi.

Ulasan Buku

Wahyu Adi Putra Ginting lahir di Kotamadya Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada 11 Desember 1985. Dalam peristilahan di dunia perantauan, dia masuk dalam kelompok BTL (Batak Tembak Langsung): dari Tebing Tinggi berangkat ke Pulau Jawa, tiga hari di Jakarta (tiga hari yang tidak disukainya), langsung angkat kaki ke Yogyakarta.

Ginting (begitu dia biasa dipanggil) menyelesaikan kuliah S1-nya di Jurusan Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma pada Januari 2008. Semasa kuliah, dia aktif bergerak sebagai ‘pendukung’ di komunitas Media Sastra. Karena keterlibatannya di situ, bersama beberapa teman lain, dia ikut membangun situs-jejaring sastra mediasastra.com.

Kesukaannya pada bahasa dan Linguistik menjadi ilham baginya untuk mengajak beberapa teman membangun dan merintis majalah bahasa LIDAHIBU. Dia menjadi Pemimpin Redaksi di LIDAHIBU.

Kini Ginting sedang mengejar gelar S2 di Jurusan Kajian Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma. Misi yang dipanggulnya: menghidupkan kegairahan cendikia untuk belajar-bermain-dan-berdayaguna dengan Linguistik.

Meski akhirnya memilih Linguistik sebagai bidang karya akademiknya, dia tetap memilih untuk terus belajar sastra sebab Sastra dan Bahasa dan Linguistik adalah segitiga-cinta yang sangat dinikmatinya. Maka teruslah Ginting menjalankan fungsinya di mediasastra.com. Perannya: Pengasuh ruang Ulasan Buku.

Teori Sastra

Alwi Atma Ardhana, biasa dipanggil Alwi, lahir, besar dan sampai sekarang (masih) di Yogyakarta. Anak keturunan Jawa-Deli ini lulus S1 dari Jurusan Sastra Inggris Sanata Dharma.  Meski kecintaan sekaligus gelora bersastranya tumbuh dan berkembang bukan di kelas-kelas kuliah, melainkan di komunitas dan pergaulan luar kampus, Alwi rupanya tidak jengah untuk menempuh pendidikan S2 (Ilmu Religi dan Budaya) di universitas yang sama.

Beberapa puisi, esai dan resensi buku Alwi pernah beberapa kali dimuat di terbitan dalam maupun luar kampus. Kini, secara otodidak ia mempelajari kembali sejarah dan kritik sastra. Otodidak, karena pendidikan S2nya bukanlah pendidikan yang secara spesifik mempelajari sastra.

Selain sastra, Alwi juga tertarik dengan fotografi, film, musik dan kopi.

Teori Sastra

Galang Fitra Wijaya terlahir pada hari Rabu Kliwon 27 Juni 1984 sebagai putra sulung sepasang suami-istri, di kota yang sama di mana mereka dilahirkan: Klaten. Dari riwayat yang pernah diceritakan dan selalu tersimpan dalam memorinya sampai sekarang, cukup jika disebut ia ini seorang Jawa.  Sampai usia 15 tahun, Galang menyelesaikan pendidikan di sekolah dasar dan menengah pertama di kota kelahirannya itu, sebelum kemudian selama 3 tahun menjalani masa SMA saya di Yogyakarta. Lepas SMA, Galang menjadi mahasiswa di jurusan Sastra Inggris  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan purna pada bulan Juli 2010 sebagai Sarjana Sastra.

Selama masa perkuliahan, tepatnya pada bulan Januari 2007, Galang bersama teman-teman membentuk Media Sastra— suatu ruang alternatif, dalam bentuk organisasi, untuk mempelajari sastra (baik itu tentang karya sastra maupun kritik tentangnya). Dari mula-mula membayangkan kemudian hadir pula MediaSastra.com, di mana Galang juga terlibat di dalamnya, sebagai pertemuan antusiasme yang sama antara penggagasnya dan organisasi Media Sastra, yang  tampil dengan bungkus yang berbeda. Keterlibatan Galang di situs ini yaitu menghimpun ulasan-ulasan yang diarahkan pada teori-teori sastra, pada gairah yang terjadi antara kritik dan karya yang memikatnya.

Berita dan Kalender

Abram Widi Wibawa, biasa dipanggil Abram/Bram, seorang pemuda wonosari, lahir 23 tahun silam. Abram sekarang kuliah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta jurusan Sastra Inggris, dan sampai sekarang masih betah kuliah di sana.

 Abram punya keinginan mengenalkan pertunjukan yang macam-macam di sekolah SLTP dan SLTA; membuat pertunjukan bisa menjadi hal yang menyenangkan seperti bermain basket, sepak bola, atau kegiatan keren yang lain; juga, mengenalkan karya sastra dan membuat ruang untuk membahas karya sastra secara asyik. Padahal ya.. kalau Abram ditanya “karya sastra macam apa yang kamu suka?”, ia pasti binggung menjawabnya..

 Abram sekarang mempunyai impian untuk mengedarkan buku-buku bacaan di sekolah dasar, di desa, di tempat yang sulit dijangkau, dan di tempat penampungan anak jalanan atau di kawasan anak jalanan itu sendiri. Menurut Abram, kemampuan membaca dan belajar berhitung bisa menghindarkan orang-orang yang kurang beruntung itu dari pembohongan yang dilakukan orang nakal. “Wow..itu pasti keren” soraknya!

Berita dan Kalender

Andri Cahyadi, biasa dipanggil Andri, lahir di Anyer, tanggal 31 januari 1990. Bersekolah dari SD hingga MTs di Anyer dan SMA di Serang. Saat ini Andri sedang menempuh S1 Sastra Indonesia angkatan 2007 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Andri hobi membaca dan menulis, terutama dalam bidang sastra dan jurnalisme. Dan hobinya adalah apa yang ia tekuni lebih dari tugas-tugas kuliah. Di mediasastra.com, Andri berharap proses pembelajarannya bisa maksimal.

Berita dan Kalender

Biasa dipanggil Fafa, ia yang bernama lengkap Sabina Thipani itu lahir di Curup, Bengkulu, pada tanggal 29 Agustus 1990. Ia pindah ke Palembang bersama keluarga pada 2002 dan melanjutkan pendidikan SMP-SMA di sana. Fafa kemudian pindah ke Jogja tanpa keluarga dan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di program Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma pada 2008. Pada tahun yang sama Fafa masuk menjadi anggota Pers Mahasiswa Natas. Fafa sempat menjadi Redaktur Pelaksana Majalah Natas tahun 2009 dan menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Natas pada tahun 2010 dan 2011.

Fafa bergabung menjadi anggota MediaSastra.com karena punya ketertarikan (sekaligus inferioritas) terhadap sastra. Fafa bergabung dalam Divisi Berita dan Kalender karena punya pengalaman beramatir-dan-militan ria di bidang jurnalistik dan ingin tetap berlatih menulis berita.

Fafa adalah seorang otodidak dan amatiran. Suka membaca, menulis. Suka berdiskusi. Suka main gitar, main bass, bernyanyi, dan bikin lagu. Selalu suka punk dan sedang suka musik yang dinamai anti-folk sama media. Suka nonton film dan mendengarkan (benar-benar mendengarkan) musik. Suka nggrenengi film dan musik yang sedang dan telah ia dengar. Fafa juga sedang naksir paham anarkisme.

Berita dan Kalender

Sita Magfira, lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada 17 April 1991 dan menetap di sana sampai menamatkan Sekolah Menengah Pertama-nya. Saat berumur 14 tahun ia hijrah ke Semarang dan tinggal di sana selama 3 tahun masa Sekolah Menengah Atas-nya. Sejak tahun 2008 terdaftar sebagai mahasiswa Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma sekaligus mahasiswa Ilmu Filsafat Universitas Gadjah Mada.

Dua tahun lebih mengikuti kegiatan perkuliahan, ia belajar bahwa kuliah ternyata bisa jadi sangat banal sekaligus melelahkan, maka, ketimbang “berdosa” dengan memiliki status sosial sebagai mahasiswa dua universitas tapi tidak tahu apa-apa, ia sedang menyusun siasat untuk keluar dari salah satu kampusnya sambil mengkondisikan diri untuk fokus mempelajari satu dari beberapa hal yang menarik baginya. Sejauh ini ia tertarik pada relasi perempuan dan laki-laki, fotografi eksperimental, jurnalistik dan sastra.

Sita memilih bergabung dengan Divisi Berita dan Kalender MediaSastra.com karena kecintaannya terhadap sastra juga karena keinginan untuk melatih kemampuan menulis dan pengetahuan jurnalistiknya. Selain di MediaSastra.com, ia juga aktif di Natas, Persma Universitas Sanata Dharma. Oya, selama empat jam di tiap minggu ia juga “menemani” seorang murid SMP dalam belajar Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris.

Berita dan Kalender

11 April 1988 terlahir seorang bayi mungil, agak lucu, rupawan, namun berjidat lebat. Di sebuah dusun bernama Sombomertan bayi mungil itu dilahirkan. Tanpa perlu banyak berpikir, ayah dan ibunya memberi nama Umi Lestari. Nama yang dalam bahasa Arab berarti ibu, apabila ditulis Ummi, namun sang orang tua dengan pendidikannya yang belum terlalu paham bahasa Arab, sekedar memberi nama Umi yang mereka artikan Ummi (Ibu). Apabila ditilik lebih luas lagi, nama Umi, dalam bahasa Jepang berarti Laut.

Umi tertarik pada sastra sejak dia masih duduk di bangku SMA. Pada saat itu sastra yang dia kenal tidak seperti sekarang, dalam artian, dia hanya mengenal beberapa sastrawan, seperti Chairil Anwar, W.S. Rendra, dan hanya sekedar tahu saja, belum mengerti dengan sungguh-sungguh. Pada saat setelah lulus SMA, dia sama sekali tidak tertarik dengan sastra. Sebuah ilmu kejiwaan yang sebenarnya dia gemari, Psikologi. Namun entah karena alasan apa, yang dia sendiri kurang mengerti, malah terjebak di jurusan Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Disinilah dia mulai mengenal dengan cukup lumayan tentang sastra. Sebuah karya sastra yang pertama kali dikenalnya adalah Kitab Suci umat Islam, Al-Quran. Karena pada dasarnya dia memang terlahir di sebuah keluarga Islam, yang sejak kecil, dia sudah dicekoki dengan hal-hal berbau islami. Di samping Al-Quran, Umi suka sekali membaca komik, yang kerap dia pinjam di sebuah rental komik dekat rumahnya, ataupun dia beli dengan uang jajannya sendiri. Inilah awal akan ketertarikannya pada sastra. Dan mulai semester awal di perkuliahan, dia memilih untuk tertarik pada teori sastra yang berbau ilmu kejiwaan, psikoanalisa. Disinilah juga dia pertama kali mengenal Siegmund Freud, dilanjutkan dengan Carl G. Jung, hingga mulai masuk ke teori-teori sastra lainnya. Namun, apabila ditanya soal karya sastra yang gemar dia baca, mungkin jawabannya adalah Edgar Alan Poe, Anton Chekov, atau mungkin Virginia Woolf.

Disamping kehidupannya di dunia sastra, Umi juga menjamah bangku perteateran. 6-16 Januari 2011, yang bertempat di gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta (tepat belakang Malioboro), sebuah bangunan bersejarah peninggalan Belanda , dia pernah menjadi lakon di sebuah teater yang diadakan oleh Jogja Broadway, yang berjudul Putri Embun dan Pangeran Bintang. Hingga kini pun dia masih aktif dengan dunia pertunjukan tersebut.

Ruang Diskusi

A.B. Prasetya, Biasa dipanggil Aal atau Al, adalah mahasiswa tingkat akhir Jurusan Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma. Sembari menyelesaikan kuliah, Al menjadi seorang guru bahasa Inggris di Wisma Bahasa Yogyakarta.  

Al adalah penikmat karya dan teori-teori sastra. Ia sedang giat belajar isu-isu Poskolonialisme dan Marxisme, teori-teori kekuasaan dan media, juga sedang mengumpulkan dan meramu bahan untuk novel perdananya. Ia juga sedang mengumpulkan uang, kawanan, juga menyiapkan rencana untuk membangun gerakan sosial yang mampu merubah tatanan masyarakat yang (menurutnya) menindas.

Al adalah penikmat rujak, rujak es krim, manisan mangga, sambal mangga dan nanas, mpek-mpek, tapi kurang suka kopi, bir, dan tidak suka merokok.