Blog Rory Swastika
Di Depan Pintumu
Kemarin lusa aku lewat depan rumahmu
Kau sapa aku
Aku sapa kau
Kita berbasa-basi sejenak
Menyenangkan
Kemarin aku berdiri di depan pagar rumahmu
Kau lihat aku
Aku lihat kau
Kau tersenyum lebar
Aku pun tersenyum senang
Kita bercakap-cakap
Kau di dalam pagarmu, aku di luar pagarmu
Berdebar-debar rasanya
Hari ini aku membuka pintu pagarmu
Kau melihatku dari jendela
Cerita "Klasik" : Cinta Lokasi
Kesan pertama biasa saja...
Kesan kedua, ketiga, keempat, "Dia baik sekali, perhatian, dan sangat ramah"
Kesan kelima, "Orangnya menyenangkan, aku ingin bertemu lagi dengannya"
Kesan selanjutnya, selalu ingin melihatnya, dilihatnya,
bertemu, bercakap-cakap dengannya, duduk bersamanya,
ingin mengetahui apakah dia sudah punya kekasih atau belum,
A Contradiction of Supervision: Sometimes invisibility is just a matter of willingness to see...
"Supervision" is just another stupid term discovered by the brilliance of civilization; because it means to say that what you see is not what you "see".
Sastra dalam Postkolonialisme
Dalam teori kontemporer, khususnya dalam kaitannya dengan analisis Kajian Budaya...karya sastra bukan semata-mata dinilai atas dasar ciri-ciri imajinatif kreativitas,tetapi juga bagaimana wacana dioperasikan,dalam kerangka imajinasi dan aktivitas kreatif itu sendiri sehingga menghasilkan pemahaman alternatif yang dapat memperjelas hakikat kenyataan yang ada dalam masyarakat.



