Taufik Ismail Plagiat!

8 balasan [Tulisan terakhir]
 gambar Wahmuji
Luring
Bergabung: 01/22/2008
Tulisan: 262

Nama Taufiq Ismail belakangan ini menjadi perbincangan menarik, dan kadang juga panas, dalam dunia internet. Pertama, Ia melarang diskusi buku Asep Sambodja di PDS HB Jassin. Kemudian, salah satu puisi yang dianggap karyanya disebut-sebut sebagai plagiat dari puisi Douglas Malloch.

 

Berikut isi kedua puisi tersebut:

Be the Best of Whatever You Are
by: Douglas Malloch

If you can't be a pine on the top of the hill
Be a scrub in the valley, but be the best little scrub by the side of the rill
Be a bush if you can't be a tree

if you can't be a bush, be a bil of the grass
and same highway happier make
if you can't be a muskie then just be a bass
But the liveliest bass in the lakel

We can't all be captains, we've got to be crew
There's something for all of us here
There's big work to do, and there's lesser to do
And the task you must do is the near.

If you can't be a highway then be a trail,
If you can't be the sun be a star;
It is'nt by size that you win or you fail---
Be the best of whatever you are



Kerendahan Hati
Oleh: Taufik Ismail

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukat, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadi saja rumput, tetapi rumput
yang memperkuat tanggul pinggiran jalan.

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu ada awak kapalnya....

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu....

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

 

Taufiq Ismail membantah bahwa puisi "Kerendahan Hati" adalah puisinya. berikut bantahannya:

Taufiq Ismail Membantah

Dengan pembelaan ini, apakah isu plagiarisme itu sudah selesai?

Sepertinya belum.

Untuk melihat salah satu obrolan panjangnya, lihat link berikut ini:

Dinding Katrin Bandel

Sedangkan untuk melihat adanya puisi "Kerendahan Hati" dalam buku pelajaran, lihat link ini:

Buku Pelajaran atau Google Books

Bagaimana menurut kawan2?

 

 gambar Wahmuji
Luring
Bergabung: 01/22/2008
Tulisan: 262

Untuk link Buku Pelajaran, silakan langsung unduh aja. Gratis  Smile

 gambar hilda_in_palu
Luring
Bergabung: 03/26/2011
Tulisan: 89

hmm...just wonder...kok bisa begitu mirip ya?

 gambar Muhammad akid Aunulhaq
Bergabung: 01/12/2010
Tulisan: 14

kemiripan juga sangat banyak terjadi antar penyair, sekalipun penyair nusantara. pola memengaruhi dan di pengaruhi saya kira juga berlaku dalam dunia puisi, bukan hanya dalam dunia ilmu. sangat tidak bijak ketika dengan alasan yang kurang kuat kemudian kita menjustifikasi terjadinya plagiatisme. *saya bukan pro pak Taufiq lho...,hehehe

Matahun Wirhabumi

 gambar hilda_in_palu
Luring
Bergabung: 03/26/2011
Tulisan: 89

ada bedanya antara pola mempengaruhi dan di pengaruhi utk karya sastra, tidak menyangkali hal tsb...tapi tulisan yg sangat mirip alur & artinya...(serupa terjemahan) tentunya agak2 aneh bukan? hmmm...mencoba berpikir kritis saja.... Smile

salam dari hammer-city

 gambar Johnny Wirjosandjojo
Bergabung: 10/18/2010
Tulisan: 91

Hampir 90%.

Besar kemungkinan puisi kedua adalah terjemahan puisi pertama. Walaupun tidak tertutup kemungkinan keduanya sama sekali tidak berkaitan.

 

Puisi kedua kok oleh Taufik Ismail? Bukankah yang benar Taufiq Ismail?

 

Link yang bung berikan itu di facebook semua, saya gak punya facebook lagi. Tidak adakah link yang lain? Yang bisa saya buka hanya yang detikhot.com. Cukup panas di situ. 

 

Di sini: http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=22988 Bramantyo Prijosusilo konon sudah meminta maaf pada Taufiq Ismail.

 

 

 

 

 

Johnny Wirjosandjojo

 gambar Johnny Wirjosandjojo
Bergabung: 10/18/2010
Tulisan: 91

Tambahan.

Bagi yang tidak punya facebook seperti saya, di sini: http://sastra-indonesia.com/2011/04/puisi-douglas-malloch-dan-taufik-ismail/ ada sebagian percakapan di dinding Katrin Bandel.

Johnny Wirjosandjojo

 gambar Johnny Wirjosandjojo
Bergabung: 10/18/2010
Tulisan: 91

Mungkin saja itu orang yang sengaja menerjemahkan puisi pertama dan membubuhkan nama Taufik Ismail lalu menyebarkannya di internet. Entah apa tujuannya. Jika niat saat membubuhkan nama itu tidak ada kaitannya dengan Taufiq Ismail, moga-moga dia baik-baik saja. Sebaliknya, jika niatnya buruk, moga-moga cepat sembuh.

Johnny Wirjosandjojo

 gambar Alwi Atma Ardhana
Bergabung: 02/03/2008
Tulisan: 213

Memang harus disadari kalo interaksi antar teks di puisi terjadi. Harold Bloom adalah salah satu kritikus yang koar-koar perihal teori ini (ya jelas karna doi kan penemu teori ini). Bagi Bloom, puisi-puisi memiliki hubungan satu sama lain yang merupakan hasil dari 'kecemasan' para pengarangnya. Meklumlah, ini terjadi, apalagi penyair manapun kan males disama-samain sama penyair lain. Jadi, mereka berusaha sekeras-kerasnya biar bisa lepas dari dari pengaruh penyair lain (terutama yang lebih 'tua' dan jadi 'model' bagi generasi berikutnya). Nah, konsekuensi dari teori Bloom ini, seorang penyair dianggap 'kuat' apabila ia mampu 'mengatasi' kecemasan doi dengan membuat puisi yang secara ideal me-revisi puisi sebelumnya. Dengan begitu, ia jadi 'panutan' berikutnya yang harus dilampaui oleh generasi berikutnya. Di kasus si Opik Ismail ini, dia kan cuma menerjemahkan aja; ganti-ganti diksi gitu. Dia gak melakukan revisi apapun. Jadi, kalo cuma nerjemahin ya emang plagiat puisinya. Kalopun ini dianggap bukan plagiat, ini puisi lemah karna kemampuan si opik ini cuma sampe sebatas menerjemahkan. hahahaha