Nama Taufiq Ismail belakangan ini menjadi perbincangan menarik, dan kadang juga panas, dalam dunia internet. Pertama, Ia melarang diskusi buku Asep Sambodja di PDS HB Jassin. Kemudian, salah satu puisi yang dianggap karyanya disebut-sebut sebagai plagiat dari puisi Douglas Malloch.
Berikut isi kedua puisi tersebut:
Be the Best of Whatever You Are
by: Douglas Malloch
If you can't be a pine on the top of the hill
Be a scrub in the valley, but be the best little scrub by the side of the rill
Be a bush if you can't be a tree
if you can't be a bush, be a bil of the grass
and same highway happier make
if you can't be a muskie then just be a bass
But the liveliest bass in the lakel
We can't all be captains, we've got to be crew
There's something for all of us here
There's big work to do, and there's lesser to do
And the task you must do is the near.
If you can't be a highway then be a trail,
If you can't be the sun be a star;
It is'nt by size that you win or you fail---
Be the best of whatever you are
Kerendahan Hati
Oleh: Taufik Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukat, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadi saja rumput, tetapi rumput
yang memperkuat tanggul pinggiran jalan.
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu ada awak kapalnya....
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu....
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Taufiq Ismail membantah bahwa puisi "Kerendahan Hati" adalah puisinya. berikut bantahannya:
Dengan pembelaan ini, apakah isu plagiarisme itu sudah selesai?
Sepertinya belum.
Untuk melihat salah satu obrolan panjangnya, lihat link berikut ini:
Sedangkan untuk melihat adanya puisi "Kerendahan Hati" dalam buku pelajaran, lihat link ini:
Buku Pelajaran atau Google Books
Bagaimana menurut kawan2?




