Katanya Puisi Indonesia Isi-nya cuma 3 Tema ini aja?

13 balasan [Tulisan terakhir]
 gambar hilda_in_palu
Luring
Bergabung: 03/26/2011
Tulisan: 89

Agama yang lemah gemulai

Cinta, yang mendayu-dayu

Geram...(marah-marah isinya entah ke pemerintah, orang, keadaan sosial, etc..)

 

Bener ngga sih?

Saya masih penasaran, untuk era thn 2000an sampai sekarang, apakah tema-tema itu masih kuat?

Mau dunk diskusinya hehehe..

 

 

 gambar Kalong Gedhe
Luring
Bergabung: 04/18/2011
Tulisan: 15

eksistensialisme mulai merangkak... Chairil Anwar bangkit kembali Tongue

 gambar kucrut
Luring
Bergabung: 06/18/2011
Tulisan: 18

aku belum banyak baca puisi sih  Crying

tapi dari satu tema cinta saja, menurutku ngk cuma cinta yang mendayu-dayu kok. 

misalnya; 'tak sepadan' nya chairil. temanya cinta. tpi ngk mendayu sama sekali. cintanya sadis  :love: 

dari suatu konsep saja tidak muncul tema tunggal. entah itu agama, cinta, politik. 

jadi secara umum, ngk setuju juga kalau dibilang puisi indonesia ngk kaya akan tema  :beer: 

 gambar Stevano Yusuf
Luring
Bergabung: 10/18/2011
Tulisan: 66

haiku sudah banyak kok. coba http://www.facebook.com/groups/damselfly.haiku/?ref=ts. Tema alam sangat kuat  Beer

 gambar hilda_in_palu
Luring
Bergabung: 03/26/2011
Tulisan: 89

wah ternyata sudah mulai beragam jenisnya ya...hehehe..

mungkin krn yg dibaca cuma di kolom2 koran mingguan atau blog2 umum lain, kali yaa...

tapi di media sastra, memang beragam yg kulihat sih...

tapi, kenapa muncul definisi spt diatas itu ya? apa memang pernah ada masanya 3 tema itu merajai puisi2 indonesia?

 gambar Alwi Atma Ardhana
Bergabung: 02/03/2008
Tulisan: 213

tema lokalitas juga banyak itu. coba liat di kolom minggu pagi koran2 nasional banyak bgt puisi2 yg ngangkat tema itu. tapi ya cenderung orientalis menurutku karna seperti cuma menyetujui marjinalisasi oleh pusat.

kalo ngomong tema secara luas, aku gak berani ngomong karna luas bgt. udah gitu banyak tema yg tabrak-tabrakan. gimana kalo pake era aja obrolannya? biar lebih enak gitu Cool

menurutku, yg selalu hadir itu tema cinta. biar mo ngomongin politik atau apaan juga, tema ini selalu muncul. kalo liat Tetralogi Buru Pram yang banyak diomongin sisi pergolakan politik yg memang jadi settingnya, bukankah juga memiliki sisi percintaan yg sangat kuat?

 gambar doni agung setiawan
Bergabung: 07/04/2011
Tulisan: 113

malah saya bertanya, kenapa kok kebanyakan puisi ada temanya, entah sengaja atau tidak, entah mikir atau pikiran yang menyeleweng. tapi begitulah, yang lahir pasti diselingi dengan sebuah cap di dahi: aku anak siapa? suatu kali dikepala saya ada puisi tanpa lirik, tanpa judul, dan hanya saya yang menyatakan (dalam hati) "ini, benar-benar keterlaluan, adalah puisi"!

apa itu tema? untuk siapa itu tema? apakah puisi itu tema?

tanda tanya yang terakhir adalah tentu saja. kepala kita berisi tema, meski otak kita secara biologis (inipun sudah bertema) adalah otak.

suatu sore saya pergi memancing, 15 kali mendapat ikan berukuran sejenis, yaitu kecil, dan saya melepaskannya, lalu saya pulang tanpa membawa ikan. meski saya sudah memancing dan mendapatkan ikan.

what a life.............

tanga tanda

 gambar A.B. Prasetya
Luring
Bergabung: 02/03/2008
Tulisan: 53

Tema Cinta memang 'universal'.... Dan doni selalu saja berkomentar dengan sudut pandang skeptis terhadap premis pelabelan atas apapun.. ah, semoga kau tak kena intellectual gimmick ala posmodernisme yang anti-esensi... "kosong.. kosong.. berisi adalah kosong.. kosong adalah berisi"..  Laughing out loud

 gambar Stevano Yusuf
Luring
Bergabung: 10/18/2011
Tulisan: 66

Kalau Harold Bloom meyakini penyair dipengaruhi penyair sebelumnya dan teks-teks yang pernah dia baca, menurutku semua yang diekspresikan manusia berasal dari apa yang dialaminya (dilihat, didengar, dirasa, dikecap, dicium). Jack Kerouac menulis haiku-haikunya dalam buku Book of Blues, bercerita tentang apa yang dialaminya di jalanan. Dan ekpresinya banyak yang sangat Black American padahal dia adalah orang kulit puith.

Sekarang kita bagai berada di dalam badai tsunami informasi. Sehari 24 Jam kita seperti larut tanpa henti diberi berita, kecuali kita pergi dari berita untuk mengambil waktu sejenak. Jadi kalau tema-tema agama yang mendayu-dayu, cinta, dan kegeraman menjadi dominan, aku menduga pengaruh gaya pemberitaan media yang mengusung tema-tema itu.  Coba saja di dunia musik seolah tema cinta menguasai, di dunia berita seolah berita kekecewaan pada pemerintah sehari-hari diperdengarkan dan berpengaruh apa-apa. Kalau tema agama yang mendayu-dayu agak sulit dibayangkan pengaruhnya dari mana. Tetapi untuk agama yang mendayu-dayu, aku masih sulit untuk menerka. Mungkin ini karena pengaruh perasaan berdosa dan keinginan untuk bertobat dan dekat dengan Tuhan. Citra-citra buruk yang dilekatkan oleh orang pada sebuah nama negara Indonesia seolah menjadi cacat dan dosa, kita seolah dijadikan cacat karena berada di negara seperti ini. Walaupun banyak yang berusaha membangun citra tetapi hasil akhirnya kita tetap tak bisa lari dari keadaan buruk negara ini. Dan seolah orang tak mampu berbuat apa-apa menjadi mendayu-dayu berharap pengampunan dan memuji-muji nama TUHAN. padahal Tuhan tidak akan memberikan perubahan apapun pada dirinya kalau selamanya bangsa ini diam dan tidak bangkit untuk membuat perubahan.  Beer Innocent Smile

 gambar hilda_in_palu
Luring
Bergabung: 03/26/2011
Tulisan: 89

makasih Stevano utk komentarnya yg to the point dan tdk mendayu2... Wink

saya pikir masuk akal juga dng apa yg kamu tuliskan, media sangat berpengaruh dng puisi2 yg banyak dibaca saat ini...tapi itu jg kah yg menjadi alasan sejak bbrpa dekade lalu puisi2 kita isinya tidak pernah lari dari tema itu2 saja (temen saya bilang sejak jaman baheula...)

bisa jadi mungkin ini warisan turun temurun dan tdk ada yg mau mendobraknya ya?

 

 gambar Stevano Yusuf
Luring
Bergabung: 10/18/2011
Tulisan: 66

hehe makasih atas pujiannya Hilda di Palu.

Tentang Mendayu-dayu, bisa jadi ini sebuah gaya tutur orang Indonesia ketika tidak berada dalam realitas... karena salah satu fungsi menulis dan membaca karya sastra adalah untuk mengambil jarak dari dunia kalau tidak mau disebut lari dari dunia. 

Bisa jadi juga temanmu, yang bilang kalau puisi2 sekarang itu mendayu-dayu, terlalu sering membaca dan mendengar puisi2 seperti itu. Bisa juga itu sebuah generalisasi. Baru baca dan dengar satu karya seperti itu langsung berpendapat. Padahal kalau klaim yang kuat itu perlu dibuat dari sebuah riset atas semua karya yang muncul dalam kurun waktu tertentu.  

Kalau mau mendobrak menurutmu apa yang perlu didobrak dan dengan cara apa?  Beer Beer Innocent

 

 gambar hilda_in_palu
Luring
Bergabung: 03/26/2011
Tulisan: 89

pake apa ya untuk mendobraknya....

bisa rame2 ngancurin pintunya,

bisa juga mengetuk pelan2 (tapi bukan dobrak namanya)

bisa juga didobrak dengan kata2 yg teriak2...hihihi...apaan sih.... Laughing out loud

Evil

Beer

 

 

 gambar Kristiana Agung A.
Bergabung: 10/09/2011
Tulisan: 1

knyataannya memang sprti itu.

klo dilihat orang Indonesia bnyak yg agamis trutama agama Islam. Untuk tema prcintaan itu sdh wajar cz smua orang dbri hati jd g mugkn kita mengelak.

watak mnusia memang tdk prnah puas jd mudah protes, marah dan smua itu sngt manusiawi.

yang pnting satu kata gus mus, " sastrawan jangan prnah mau dikalahkan oleh kata2".

 gambar Alwi Atma Ardhana
Bergabung: 02/03/2008
Tulisan: 213

untuk Kristiana : hubungannya gimana ya antara agamis dengan puisi bertema cinta?