Sastra Indonesia tersendat masalah bahasa????

4 balasan [Tulisan terakhir]
 gambar Stevano Yusuf
Luring
Bergabung: 10/18/2011
Tulisan: 66

http://oase.kompas.com/read/2011/09/28/16094423/Sastra.Indonesia.Tersendat.Masalah.Bahasa???

Kayaknya yang punya masalah dalam artikel tersebut bukan Sastra Indonesia tetapi Andrea Hirata. Dia punya masalah ga bisa bahasa asing makanya bukunya ga bisa dia sampein kepada peserta Ubud Writers festival yang notabene kebanyakan orang asing. haha mau menjadikan Andrea Hirata sebagai Sastra Indonesia. Aneh sekali. Trus kenapa juga kualitas karya harus diukur lewat seberapa sukses karya tersebut di luar negri. Lebih aneh lagi pendapatnya Andrea Hirata kalau dia harus mulai menulis dalam bahasa Inggris. 

sah-sah saja sih kalau sudah sukses di pasar buku, tapi aku ga setuju kalau Sastra Indonesia disejajarkan dengan nama Andrea Hirata. berlebihan itu. Ga perlu ditawar-tawarin kalo emang bagus pasti karya sastrawan Indonesia pasti dicari dan diterjemahkan. Kalau aku menolak keharusan2 yang ditawarkan Andrea Hirata yang merasa tidak eksis kalau bukunya tidak diterjemahkan di luar negri. Bagaimana teman2...??? Beer Beer Beer  

 gambar hilda_in_palu
Luring
Bergabung: 03/26/2011
Tulisan: 89

ya, amat sangat berlebihan...hahahaha....

wah, saya memang orang yg juga skeptis dng karya2nya Andrea Hirata itu Puzzled

seperti sajaknya Chairil Anwar, ada seorang penyair Denmark yg terkesan sekali dng sajak AKU, lalu dia menterjemahkan karya itu ke dalam bahasa Danish...dan dibacakan di depan kami...dia sangat mengagumi puisi itu...

nah seperti itu juga harusnya karya2 sastra Indonesia, seperti Pram dng tetraloginya...bukan dia yg terjemahkan ke berbagai bahasa....melainkan orang lain hehehehe

ada2 aja Andrea Hirata ini Tongue

 

 gambar Alwi Atma Ardhana
Bergabung: 02/03/2008
Tulisan: 213

Hahaha. oke banget link kamu itu, di. Kayaknya Belanda belum pergi itu dari rongga kepala Andre Hirata. hahaha. Kalo memang seorang penulis merasa ia lebih bisa mengekspresikan dirinya dengan bahasa Inggris atau bahasa apapun ya gak masalah selama itu gak dipaksakan. Gak dipaksa dalam artian ia merasa ekspresi-ekspresi miliknya tepat. Lha, si hirata ini mau maksain pake bahasa Inggris yang masih asing buat dia hanya untuk ngetop semata dan dapet duit dan bukan untuk menulis. Jangan jadi penulis deh kalo gitu. orang niatnya gak nulis tapi ngetop. Dia inferior parah. Belum pernah baca Ngugi Wa Thiongo ni pasti dia. Ngugi nulis kebanyakan pake bahasa daerahnya (Kenya) yaitu: Swahili dan Gikuyu. Dan dia berkali-kali tuh masuk nominasi untuk dapet nobel. Masih banyak contoh kayak gitu. Contoh paling deketnya ya Pram. Penulis kok pusing pemasaran dan bukan kualitas tulisannya! halah halah 

 gambar Stevano Yusuf
Luring
Bergabung: 10/18/2011
Tulisan: 66

memang melalui diskusi tulisan ini aku mau MEMBONGKAR MITOS si penulis inferior parah ini. Seolah media saat ini mengangkat namanya tinggi2 karena keberhasilan2 para pembuat film Indonesia. Dan Lebih gilanya lagi wartawan sekaliber KOMPAS menyetarakan dia dengan SASTRA INDONESIA. Busyeettt Koran Macam apa Kompas ini??? Yang inferior bukan hanya si penulis tapi juga editor dan korannya juga. BIKIN MALU.... 

Udah gitu yang lebih parah kata temanku IRWAN BAJANG, si penulis inferior yang sama sekali ga pantes dijadikan teladan ini minta dibayar kalo ngasi seminar. Bayarnya sampe puluhan juta rupiah coba.... (memang ga pernah ku kroscek langsung si ke penulisnya). Tapi kalau sudah ada gosip kaya begitu di kalangan penulis, dan ditambah dengan pernyataan-pernyataan dia di media sebesar KOMPAS seperti di atas berarti sudah jelas apa yang ada di balik isi otak si penulis ini. 

Penulis adalah PENIPU kalau akhirnya yang dicari adalah UANG. Karena sebenarnya hidupnya saja sejak awal sudah gratis. Dia tidak pernah membayar saat dilahirkan dan dibesarkan. Cerita yang dia tulispun gratis dari teman2nya. Dan dia juga sudah mendapat bayaran dari penjualan bukunya. Masak untuk seminar dari apa yang diperolehnya gratis saja orang harus membayar mahal?  tidak LOGIS.

Mau dibuat apa sih uang yang dimilikinya? Apa sih gerakan yang dia buat? Sama sekali ga ada pentingnya membeli bukunya. Kalau mau baca mending pinjem di perpus aja trus dibaca dengan kritis. Jangan2 nanti kalau kita baca dengan apresiasi malah ikutan inferior seperti penulisnya. Evil Evil Evil Beer Beer Beer     

 gambar Husein Irvansyah
Bergabung: 05/19/2012
Tulisan: 6

Ha....ha.......ha.......Aneh.....<apa sebenarnya arti dari semua kebodohan para penulis<bukankah mereka semua pandai menulis,Jika ingin menulis,tulis saja sesuai hati nurani dan fikiran.Soal bahasa.....sebenarnya simpel,Jika disebut sastra Indonesia,Ya tulis pakai bahasa Indonesia,Jika pakai bahasa asing,Itu berarti bukan lagi sastra Indonesia,,,,,walaupun cuma terjemahan.

Soal bisa bahasa asing atau tidak  ,jangan jadi masalah,yang terpenting,Apakah ide yang tertuang dalam sastra tersebut dapat diterima orang banyak.Mengenai kritikan...sebagai seorang yang merasa sudah memiliki karya dibidang sastra,,Harus makin rendah hati,jangan makin sombong.

Jujur,dalam satra pengetahuanku sangat sepele,bahkan mungkin nol,Tapi aku tidak suka jika sastra Indonesia disepelekan. Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink