Baru2 ini para blogger lagi rame ngomongin Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terutama isi yg berhubungan ama kesusilaan. kutipannya seperti ini:
dan konsekuensinya!
memang ini suatu bentuk tindakan pemerintah untuk mencegah masalah pornografi dunia maya semakin merajalela. paling engga kasus serupa Sandra Dewi ga terulang lagi.
tp kita sebagai orang yg dah lama terjun ke dunia internet merasa kalau pasal ini masih membingungkan. dalam pasal tersebut ga nyebutin jenis kesusilaan yg seperti apa, juga ga disebutin ketentuan sebuah website termasuk kategori asusila itu yg seperti apa. seperti kita tau, banyak faktor dalam dalam pembuatan website, contoh: Domain (Nama), Hosting (t4 naruh website) dan Content.
1. Domain
apabila sebuah website punya nama yg jorok tp konten yg ada didalamnya sama sekali ga berhubungan sama konten itu, lalu gmn penyelesaiannya? misal: kont*l.com tp ternyata isinya ga ada hubungannya sama hal porno. melainkan nama itu cuma sebuah singkatan organisasi.
2. Hosting
bicara internet berarti bicara dunia tanpa batasan jarak. ga semua orang indonesia menaruh websitenya di server Indonesia. contohnya website kita mediasastra.com ini, perusahaan Hosting dan servernya ada di US. dan seandainya hostingnya mengijinkan konten adult. otomatis website ini berada dalam lindungan hostingan. artinya juga kita dilindungi oleh hukum yg berlaku di US , yg setau saya memang mengijinkan adult content. sekali lagi dalam undang2 ini ga disebutin rincian ttg hosting.
3. Content
sebenernya byk yg pngen aku omongin ttg content ini, tp males kepanjangan. intinya content ga boleh melanggar undang2 yg berlaku di tempat hostingan kita. bukan di negara si pemilik website. paling engga itu Terms & Condition yg biasa tertera di perusahaan hosting. untuk US, yg dianggap pelanggaran adalah content seperti Child Pornography, Kekerasan, illegal software dan semacamnya. lagi2 ga ada detail mengenai hal ini dalam undang2 kita yg baru.
Oia website kita kan ttg sastra, seperti temen2 tau ada beberapa postingan yg secara harafiah bisa dibilang menggunakan kata2 vulgar! nah lho, trus gmn donk? masuk kategori pelanggaran ga neh?
masuk kemana tuh duit segede bagong?
saranku buat pemerintah, mbok mending selesein dulu masalah asusila yg bener2 keliatan di masyarakat kaya prostitusi dll. kalo itu dah slese baru lah ngurusin yg aga canggih kaya gini
saya yakin maksud pemerintah sebenernya baek, tp untuk mendidik masyarakat supaya jadi rakyat yg baek, ada baeknya kalo membuat undang2 yg mendidik juga. maaf kalo banyak komplain, abis ga dong :kabur:
Selengkapnya silahkan baca DISINI

ga usah pusing
itu cuma program pemerintah demi meraup uang saja
awalnya aja
kalopun jadi UU, paling2 ntar cuma di awal2 aja diterapkan..
selang 1-2 tahun, kalopun ada pelanggaran UU ini, pasti dibiarin aja
CUMA BECANDA
Program yang tidak penting.
Yang penting adalah mengatasi Kelaparan, Meningkatnya Pengangguran, Kemiskinan, Harga Sembako yang Terjangkau, Pendidikan dan Kesehatan.
Kok malah Mikirin Bokep.
Menurutku Hanya Pengalihan Issue Kemanusiaan yang Sebenarnya.
Thanks
ruu
apakah memang seperti itu?
kalo katanya yang bikin RUU bagaimanah?
salam,
amarah durga