Kung Fu Dancing & Entre Deux

Li Yuang Shang dan Compagnie Eolipile

Mengapa menonton film kung fu sepertinya lebih mudah dibanding menonton tari kontemporer? Pertanyaan ini memicu munculnya keinginan Lin Yuang Shang untuk menggarap koreografi kontemporer berdasarkan kung fu. Kung fu berasal dari Tao yang disebarluaskan oleh Lao Tse pada 500 SM. Tao memperkaya praktik seni persilatan, yang mengiringi eksplorasi energi. Pada awalnya, Kung Fu Dancing merupakan pesanan teater Le Bateau Feu untuk keperluan kreasi artistik dan pengajaran.

Dalam sebuah pementasan Entre Deux (“di antara”), yang menampilkan penari perempuan asal Barat Caroline Desmaison dengan menerjemahkan karya koreografer asal Asia Lin Yuang Shang, riset mengenai tema horisontal dan vertikal, serta filosofi Yi King mengenai perubahan di masa kini yang sifatnya abadi sangat penting. Seperti halnya di dalam labirin kehidupan, penari bergerak di antara dua kondisi; pasrah dan bebal, jatuh dan vertigo, antara kenikmatan yang liar dan perjuangan. Seperti jiwa atau ingatan, ia tampak berada pada masa lalu, masa kini dan masa depan pada saat yang bersamaan.

Pementasan seperti ini, akan dipentaskan di Teater Salihara. Pementasan ini merupakan hasil kerjasama antara Komunitas Salihara dan CCF Jakarta.

Date and time:

JUM'AT, FEBRUARI 27 , 2009 / 20.00 WIB
SABTU, FEBRUARI 28 , 2009 / 20.00 WIB