Cerita "Klasik" : Cinta Lokasi

Kesan pertama biasa saja...

Kesan kedua, ketiga, keempat, "Dia baik sekali, perhatian, dan sangat ramah"

Kesan kelima, "Orangnya menyenangkan, aku ingin bertemu lagi dengannya"

Kesan selanjutnya, selalu ingin melihatnya, dilihatnya,
bertemu, bercakap-cakap dengannya, duduk bersamanya,
ingin mengetahui apakah dia sudah punya kekasih atau belum,
melihat dia saat memandangku, berbicara denganku, dan mengambil makna yang kuharapkan dari situ,
lalu ingin dia mengetahui bahwa aku suka padanya,
kemudian ingin dia lebih dulu bertindak lebih sehingga aku tidak terkesan "binal",
namun setelah itu kembali ragu mencoba melihat kekurangannya, membandingkannya dengan yang lain, mencoba tidak memikirkannya,
untuk kemudian kembali merasa gemas padanya, ingin menghubunginya, ingin bercakap-cakap dengannya sebagai teman atau antara dua orang yang saling tertarik satu sama lain, ...

Cinta lokasi bukan cinta, Sayang...
Ia hanyalah kembang api yang dinyalakan malam hari,
indah dan menyenangkan,
namun tak tahan semalaman,
tak sebanding dengan indahnya bulan di langit.

Jadi jangan kau cemburu...

 gambar Jiwang Muhtadin

Salah satu dari hikayat abadi di seluruh dunia...