Liberal Humanism
Tentang Narsisius dan Yang Lain
Narsisius masih terpaku memandangi wajah kekasihnya. Dari aliran sungai itulah, Ia menemui detik bahagia, namun di saat yang sama, juga ketragisan hidupnya. Nemesis—”Dia yang meruntuhkan kesombongan”, telah menghukum Narsisius atas ‘kelupaan’nya akan Yang Lain, yang berarti hanya cinta pada diri.



