lagi melankolis

SAMPAI JUMPA DI JAKARTA

Aku mematung di peron dengan kegalauan hari yang sudah memuncak. Sementara mataku menatap kaku pada Radit dengan berkaca-kaca. Saat itupun stasiun Kediri terasa senyap dengan keremangan senja yang mengambang, seolah mendukung yang aku rasakan. Aku akan berpisah dengan Radit, cowok yang tanpa aku sadari telah menyemaikan serumpun cinta dihatiku.

Baca selengkapnya »

Trance

Dia itu taik.
Dia itu kecubung.
Sekelebat ia memang memabukkan, tapi sudah jelas ia memuakkan.
Aku terjatuh dalam blender raksasa berisi kubangan tai dan kecubung.
Antara ingin pergi dan tidak kan?
Kecubung ini spesial sespesial Nita Fukizawa atau entah siapa,
Yang kuasa buatku terenyak dalam gurauan bunda kharismatik bersama sang prima causa…

Tapi taik tetaplah taik.

Baca selengkapnya »

Pedang Ini Tajam

Bayangkan tebasannya mengena
Andai aku sekeras besi, baja, dan logam lainnya
Aku sudi memanjakannya
Aku tahu mata pedang ini gemar mencabik
Tapi aku hanya kambing yang mengembik
Aku bukan besi, baja, dan logam lainnya.

Apa aku seperti mereka?
Bak besikah aku? Ya, tapi karatnya saja
Layaknya bajakah aku? Ya, namun beratnya saja.

Baca selengkapnya »

never had the chance to make a happy pingpong
filling my head with all those miserable thoughts
and so I am forgetting the essence

The so called Sanggar Waringin
yeah, wonderful as it may seems
it is instead a mother of fear

some said, "too much love will kill you"
I said, "damn, freakin true"
she said, "haha"

Baca selengkapnya »