KONDE PENYAIR HAN

8

Kutipan Berkesan:

Sinopsis:

Inilah buku puisi yang ditulis oleh penyair yang pandai berterimakasih dan cinta negeri

Ulasan Kritis:

BIOGRAFI HANNA FRANSISCA DALAM KONDE PENYAIR HAN
SIKUTU BUKU YANG CINTA NEGERI
Oleh Moh. Ghufron Cholid

Rabu 5 Mei 2010 merupakan sejarah yang sangat berarti bagi saya sebab hari ini saya mendapatkan paket buku karya penyair Hanna Fransisca berjudul KONDE PENYAIR HAN. Buku ini sengaja dikirim sebagai hadiah persahabatan lantaran saya sebagai sahabatnya tidak bisa menyaksikan sejarah paling berarti bagi penyair Hanna Fransisca dalam sejarah kepenyairannya, yakni peluncuran buku yang akan dilaksanakan di Jakarta Jum’at 7 Mei 2010.
Buku ini dikirim dari Jakarta Barat sejak 30 April 2010 dan saya terima hari Rabu 5 Mei 2010, tepatnya setelah sahabat karibku, Ahmad Imam Galih (Pembina Teater Hilal Pondok Pesantren Al-Amien) menelphone saya untuk langsung menuju kantor Radio di almamater kami sebab ada kiriman dari Hanna Fransisca, katanya memberitahu. Sontak saja, saya langsung menghentikan aktivitas main internet saya dan langsung berlari ke tempat yang telah kami sepakati.
Penyair Hanna tak hanya mengirimi saya buku tapi mengirimi saya kartu undangan menghadiri acaranya di Jakarta sebagai wujud kerinduan seorang sahabat kepada sahabatnya. Saya menerima hangat undangan tersebut namun saya tidak dapat memenuhi undangan berharga tersebut lantaran di Madura masih banyak yang harus saya kerjakan.
Rasa penasaran aka nisi buku yang menggoda saya untuk cepat-cepat membuka sampul buku dan segera membaca isi yang ada di dalamnya.
Saya pun menemukan kisah hidup penyair Han dan pandangannya terhadap kehidupan. Saya baru tahu kalau penyair Han kecil sangat pemalu dan sangat senang berteman dengan sepi daripada menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
Hanna kecil di samping suka keheningan dan kesendirian, rupanya diam-diam Hanna kecil diketahui sebagai seorang yang suka membaca buku.
Pada suatu hari, guru Hanna kecil mengetahui bahwa Hanna kecil adalah seorang dara yang sangat suka membaca dan dengan serta merta gurunya menyuruh Hanna kecil untuk membacakan puisi di depan teman-temannya.
Gugup, gerogi itulah yang dialami hanna kecil, sehingga Hanna kecil menjadi bahan cacian sahabat-sahabatnya, akibatnya Hanna kecil pingsan. Semenjak peristiwa ini Hanna kecil sangat membenci puisi dan segala hal yang menyangkut puisi.
Beberapa tahun kemudian, Hanna kecil sudah tumbuh menjadi Hanna Remaja, Hanna yang sangat mengagungkan pekerjaan sehingga tak ada kamus bersantai ria baginya.
Kini Hanna yang sangat suka membaca sedikit banyak mulai bisa memaknai hidup dan menghargai hidup.
Pada peristiwa yang sangat mencemaskan tepatnya Mei 1998 Jakarta kebakaran langit harap Hanna pun runtuh. Peristiwa ini menuntut ketegasan sikap Hanna, mengikuti orang yang disaksikannya hijrah kenegeri-negeri lain atau tetap hidup di negeri sendiri dengan segala konsekuensi yang ada.
Di masa inilah kecintaan Hanna pada negeri Indonesia tumbuh. hingga lahirlah pernyataan tegas namun sangat mengejutkan. Hanna lebih memilih tinggal di Indonesia hingga akhir hayatnya. Seperti yang ada di bawah ini yang saya kutip dari buku KONDE PENYAIR HAN halaman 16 yang berbunyi, Maka keberanian untuk mati di tempat saya membangun takdir, sepenuh-penuhnya saya sadari. Saya memutuskan untuk tidak mengungsi kenegeri-negeri yang jauh, negeri yang bukan tanah air saya.
Buku KONDE PENYAIR HAN merupakan bukti kecintaannya kepada negeri Indonesia. Dalam buku ini berisi beraneka puisi yang sengaja dikumpulkan dan diabadikan dalam satu buku.
Berikut saya tulis satu puisi yang menjadi ikon dan menjadi inti dari puisi ini walau pun di dalamnya masih banyak yang hendak di sampaikan tapi saya anggap puisi berjudul KONDE adalah puisi pamungkas.

KONDE

Penyair Han
Menyanggul sajak
dengan bunga padma:

“Tuan, sekepal jantungku berdegup mencarimu,
menggunting urat hasrat dari nafas,
dan Tuhanku mengajariku menyimak,
mengejar lekuk yang kauasinkan dari hatimu.”

Amien.
2009

(puisi yang diambil dari buku KONDE PENYAIR HAN,21)

Al-Amien, 5 Mei 2010

 gambar aswar sang penulis

gmana cara mesen buku kalau pengen beli..??