THE COMMUNIST MANIFESTO
- Kategori Buku: Lainnya
Kutipan Berkesan:
"the history of all hitherto existing society is the history of class struggle" "WORKING MEN OF ALL COUNTRIES UNITE!"Sinopsis:
Marx meletakkan dasar-dasar pemikiran yang nantinya disebut Marxisme dalam buku ini..Ulasan Kritis:
THE COMMUNIST MANIFESTO
Buku yang ditulis oleh Karl Marx dan sahabatnya, Friedrich Engels, ini terdiri tidak lebih dari dua belas ribu kata yang dirangkum dalam sekitar tujuh puluh halaman. Karena tipisnya buku ini maka seringkali para pembaca menganggapnya sebagai sebuah selebaran. Namun, apablia kita membicarakan pengaruh buku jelas tidak se-ringan bentuk fisik buku ini. Ide-ide Karl Marx dalam buku, yang terbit pertama kali tahun 1888. , masih dipercaya dan digunakan oleh berbagai organisasi bahkan Negara.
Pada buku inilah pertama kali Marx menulis dasar-dasar perjuangan kaum proletar. Bab pertama “The Communist Manifesto” langsung meletakkan pembedaan kelas antara proletar dan borjuis. Secara singkat sejarah timbulnya satu kelas bernama proletar juga disertakan Marx. Marx mencoba menyimpulkan bahwa semenjak dahulu selalu terjadi gesekan-gesekan antar kelas dan sekarang gesekan-gesekan itu hanya akan terjadi antara dua kamp besar, proletar dan borjuis. Golongan apa saja yang termasuk proletar atau lawannya juga ditulis. Peletakkan dasar-dasar pembedaan tadi menyebabkan antagonism,e kelas, perjuangan kelas sampai penghapusan kelas terjadi hanya diantara dua kubu yang menurut Marx tidak akan pernah berhenti berseteru.
Bagian terkuat dari buku ini terletak pada sepuluh poin tujuan perjuangan proletaris. Sepuluh poin inilah yang selama beberapa dekade ke depan menjadi sandaran perjuangan kaum proletar. Salah satu poin yang sangat kental nuansanya hingga kini adalah penghapusan kepemilikan pribadi dan penghapusan sistem warisan. Poin inilah yang dipercaya Negara-negara seperti Cina dan Uni Sovyet. Buku ini juga banyak mempengaruhi para pembacanya dengan menyadarkan kleas mereka. Para pembacanya lantas mengenal posisi mereka. Hal itulah yang menjadikan berbagai perserikatan buruh menjadikan ide-ide dalam “The Communist Manifesto” sebagai bagian dari anggaran dasar rumah tangga pendirian-nya.
Bagaimanapun juga buku memiliki kekurangan dalam tataran teoritisnya (dibandingkan tulisan Marx yang lain). Hal tersebut dikarenakan buku ini merupakan propaganda demi bersatunya kaum proletar. Bagi beberapa orang, “ramalan” Marx dalam buku ini juga tidak sepenuhnya terjadi. Marx dengan pembagian kelas dianggap sudah tidak mampu mengakomodir kerumitan golongan-golongan dan kelas-kelas saat ini. Kekurangan-kekurangan ini juga tertulis dalam kata pengantar oleh A.J.P Taylor dalam edisi yang saya gunakan (Penguin Books tahun 1971).
Terlepas dari kekuatan pengaruh buku ini dan kelemahan teoritisnya, buku ini tetap layak dibaca bahkan setelah seratus tahun lebih ditulis karena ternyata sistem yang kita hidupi tidaklah jauh berbeda. Bagi orang yang mencari alternatif pemikiran, buku ini mungkin menyediakan apa yang dicari. Apabila tidak, buku ini cukup memberi wawasan kepada orang-orang agar tidak lantas bergidik mendengar judul buku dan hal-hal yang di-“kiri”-kan.
alwiTHELONEWOLF
akhir November 2008









