Beranilah berdiri
Di jalan ini, sepertinya, aku masih saja mencari ujung. Padahal aku tak bisa lari dari kemarin. Dengan kemarahan yang sama, dengan kesombongan yang sama, kita berlomba-lomba memegang ekor kebenaran.
Tapi, jelaslah sudah, aku takkan bermelankolia dengan rasa bahagia yang berlari cepat tak terkejar itu. dan aku akan tetap bilang, "Beranilah berdiri dengan kakimu sendiri!"




berlari dengan kemarahan
tidak pernah tampak dalam kehidupan
melankolia yang terpatri
untuk selalu sendiri.
ketik pikiran dalam dunia televisi
telah mencuri naluri
dari yang paling dekat
aku menjadi tidak semangat.
aku masih merindukan amarah.
dalam pelarian tanpa emosi.
mencari entah.
dengan susu yang telah basi.
aku mencemburuimu.
dengan segala amarahmu.
salam,
amarah durga
berdiri diatas kaki sendiri itu pasti
tapi akankah mulia apabila kita dapat berdiri sedangkan teman kita
mengorbankan dirinya untuk kita pijaki????