dan kamu pun akhirnya menjauh entah untuk apa
Biasanya aku tak bisa tidur karena merasa ada yang tidak komplit atau tidak ada. merasai sesuatu yang jauh, asing. merasa bosan dengan sesuatu yang seakan sudah aku capai dan pada saat bersamaan, merasa ada yang jauh tertinggal di belakang untuk diambil lagi, atau jauh di depan untuk di kejar..
dan saat ini pun juga.
Ragam motifku sendiri kemudian berkabut meski kadang menyela-nyela untuk jadi terang.kadang sepertinya.. indah, kadang terlihat menuju ke arah yang nihil-sama sekali tanpa nilai, tanpa gerakan maju.
Sedikit demi sedikit mempelajari sejarah, filsafat, psikologi, sastra, makna, sistem kekuasaan dan pengetahuan yang bermain di belakang layar di belakang senyum massal di belakang tangis dan tragis di belakang pola-pola di belakang jemu di belakang takut di belakang rasa...bahagia..........,sedikit demi sedikit, sedikit demi sedikit aku aku semakin lupa..semakin lupa sesuatu.
lalu hilang.
dan lapar mengganggu.
dan semakin aku sulit membaca.
dan semakin aku takut menuliskan kekaburan-kekaburan dan kejelasan-kejelasan.
lalu mencomot sana sini bentuk-bentuk yang dinamakan semangat. yang dinamakan hidup.




seorang penulis tak mungkin tak seorang yang membaca
seorang pembaca tak mungkin tak terangsang untuk menulis,
atau, setidaknya, "menulis"
tulisbacalah bacatulislah
tak perlu menunggu tintasemangat penuh pada pena
cicillah
karena huruf yang tertulis akan menjadi tinta
iya dj, bener kata kawan ginting. pokonya kalo perut terasa lapar, itu artinya kamu perlu makan, kalo tangan gatal menulis, itu artinya kamu perlu menulis, kalo mata kedutan pengen mbaca, itu artinya kamu perlu membaca. kalo kamu ga bisa tidur, itu artinya kamu pengen minum sebotol bir berdua.
salam,
amarah durga
Aku berhenti berbicara ketika semua meradang,
Aku berhenti menulis, agar tak terbaca
Aku berhenti melihat agar tak terbayangi
Aku berhenti bersedih agar tak tersakiti
Dari hari ke hari semua kukaburkan,
Aku takut lama-lama semua ini hanya menjadi karangan
Kukaburkan makna agar tak terbaca.
Kurang pendalaman, dari hari-kehari semakin kurang, energy negatifku sedang menghampiri, pergi…pergi !
Judul pun tak ingin kubilang, karena nama anak-anak seharusnya sedang, cukup dan rata-rata.
PS : Hi New friend, Thanks to describe all feelings more clear
So talented, Keep the spirit
Mungkin kau hanya bosan dengan segala sesuatunya, bosan dengan rutinitas. soalnya setahuku belum pernah ada manusia yang bosan dengan kebosanannya.
Mungkin yang perlu kau lakukan hanyalah mengingat lagi mengapa dulu kau belajar banyak hal itu, belajar menulis dan membaca.
Memang jauh lebih mudah untuk melihat dan mengecap pahitnya rasa, coba diingat lagi bagaimana rasa manisnya.
tapi kalau memang sudah bosan ya sudah jangan dipaksa, minum bir dulu, nonton bokep, atau ngejar cewek aja, nanti kan jadi pengen nulis lagi. oke?
tetapi, Potehi...sepertinya kawan Muji ini tidak punya rutinitas deh...serba ga jelas!
salam,
amarah durga