ia bertanya; apakah kamu bahagia?
Bumi tetap berputar dan ia tetap saja memburu kebahagiaan dengan terburu-buru.
Bumi tetap berputar dan makna dipahami sebagai teori yang terlalu rumit karena ia semakin takut kesepian. Semakin takut keluar dari roda besar. semakin takut. semakin terhegemoni. semakin senang disuruh melakukan sesuatu yang menjajah integritasnya sendiri. semakin pasif. semakin tenggelam dalam euforia evolusi yang mendiamkan suara-suara. semakin cepat stres. semakin merasa diri sudah cukup bermasalah. semakin introvert. semakin lupa bahwa will to power adalah juga menguasai diri sendiri.
Bumi tetap berputar sementara ia cepat merasa ciut tapi juga cepat merasa arogan.
Bumi cepat berputar sementara bahasa enggan ia berontak dan maknai-ulang.
Bumi cepat berputar sementara mimicry tiada henti ia lakukan tanpa sadar. dan ia bilang;
"Karena mereka bahagia dengan hal itu, semestinya saya juga bahagia. dan saya harus bahagia, sekarang juga. sekarang juga. kalo tidak, saya akan membuatnya seakan bahagia."
Dan seperti mengejar kupu-kupu, dan seperti berbicara tentang sesuatu yang lebih absurd dari segala yang enggan atau setengah-setengah ia pelajari, ia merasa sudah cukup kuat untuk bilang: "saya benar. berarti anda salah."
Ah, rumus Aristotelian yang kuno dan memuakkan ia ucapkan lagi dengan begitu percaya diri. begitu lugas. begiku kuat. begitu kejam. begitu statis. begitu statis...




seperti bumi yang terus berputar dan membuat ia menjadi semakin takut berontak. enggan karena ingin seperti bumi yang terus berputar. karena ia percaya bahwa bumi itu berputar. karena bumi berputar dan yang didalamnya pun ikut berputar. didalamnyapun akan marah dan memaafkan. ini adalah kemaluan yang baru saja tumbuh diantara selakangannya.
kini ia menjadi tidak bernyali. menurutnya kemaluan barunya terlalu kecil. ini hanya seperti daging tubuh. ingin dipotongnya kemaluan itu turut serta urat nadinya. masih saja tidak punya nyali. ingin dihilangkannya, masih saja terlalu sayang untuknya.
apakah bahagia ketika ia sudah ingin memutuskan urat nadinya?
salam,
amarah durga
Demi Tuhan tidak... tidak sama sekali