Ia telah bicara

Ia bicara.
Ia banyak membaca dan menemu gelap di bangsanya.
Ia terlalu cinta pada orangtuanya.
Jaman tak memberi keberanian lebih padanya.
Tapi ia telah menyumbang kata-kata dan bahasa.
Untuk wanita, untuk lebih berani berkata dan bersikap pada
musuh yang sudah jadi hybrid tanda-tanda..

mendengarlah dengan mata
mungkin gemerlap lampu penampil gambar di Viditron begitu menyilaukan dengan simulacrum iklannya tentang cermin dari "nyata" yang jadi tempat kita sekarang berkaca. mungkin. sampai susah membaca dan menangkap gambar lama yang sedari tadi sedari dulu berlenggak-lenggok di pelupuk mata. gambar perempuan kita yang tua tapi tetap membara pun di kala keriput kisut menghias rupa.
bakul itu tetap dipanggul. meski sekarang jalan sudah penuh dengan trotoar dan bising jentera mendera-dera.
perempuan, bicara lewat laku. diam seperti paku. walau berkarat, ia tetap mengikat dan menghujam.
lebih baik bagi saya untuk merenungi dan menghargai nenek-nenek tua berjalan pulang tiga-tiga di perempatan pulang dari pasar menjaja dagangan. daripada membaca perempuan dari "mengapa wanita barat lebih suka tidak memakai bra dibanding dengan wanita indonesia."
perempuan tetap bergerak. meski tak kita dengar ocehannya.
ah, para patriakh. mampus kau didepak buah-dada!
kartini mmodern
kartini modern katanya yang tidak sungkan memakai bikini di pantai dan di kolam renang...
salam,
amarah durga
Post new comment