fiktif

Cerpen : Saiful Bahri

Yang Terhormat Tuan Pencuri

Sungguh, Pencuri itu telah kami pertuankan! Setulusnya, Pencuri itu telah kami pertuankan!

Baca selengkapnya »

Cerpen : Saiful Bahri
Mati Hati

Alam kampung masih pagi sekali ketika terbetik kabar bahwa penguasa kampung telah mati hati. Terperangahlah kami orang-orang penghuni kampung. Tepatlah ramalan Si Nujum Tua tiga belas purnama lalu bahwa akan tiba masa mati hati bagi penguasa tanah kampung pusaka sisa akhir generasi anak negeri. Telah masa mati hati! Sudah masa mati hati!

Baca selengkapnya »

Cerpen : Saiful Bahri

Sang Tak Beralamat

“Sempurnalah hidup mati orang-orang yang beralamat. Celakalah hidup mati orang-orang tanpa alamat!” Demikianlah bunyi prasasti batu kubur berhuruf Jawi Kuno. Prasasti batu kubur itu telah patah terbengkalai di sebuah komplek pekuburan kumuh tengah kampung.

Baca selengkapnya »

Cerpen : Saiful Bahri
Satir Sukar Mati

Baca selengkapnya »

Cerpen : Saiful Bahri
Si Nujum Sial

Pada segaris tipis kerlip bintang gemintang, pada gerak puncak-puncak purnama, pada geriap gaib ajaib tukar bertukar malam, pada tamsil aneka tamsil segala peramalan, terbuhullah seuntai kisah sial Si Nujum Sial.

Baca selengkapnya »

Cerpen : Saiful Bahri
Igau-Igau Desember

Baca selengkapnya »

Ada sebuah cerita tentang seorang bocah yang akan pergi bersama para kerabatnya ke suatu hotel yang sangat megah dan dilengkapi dengan supermarket yang megah pula. Mereka kemudian sampai, dan pada saat akan naik lift, mereka melihat teman-teman mereka berjalan menuju ke arah mereka. Bocah serta kerabatnya itu malu apabila ketahuan sedang pergi kesitu juga.

Baca selengkapnya »