sosial politik
Tanggal Publikasi: 23 April 2012
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: sosial politik
:selamat hari Kartini (semoga lekas sembuh!)
o Kartini yang ibumu yang ibuku.
o Kartini yang ibumu yang ibuku yang gak mau dibilang cuma ibu-ibu,
hari ini semua jatuh cinta padamu.
jalan-jalan dinamai namamu.
anak-anak dinamai namamu,
dilahirkan atas namamu.
Tanggal Publikasi: 05 Juni 2011
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: sosial politik
untuk : Wiji Thukul
(I)
malam itu, kau pergi;
menyatu dengan angin beku di atas aspal mendidih.
Tanggal Publikasi: 09 Mei 2011
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: sosial politik
aku lahir ditanah yang luas
tanah kematian
sebuah pekuburan yang luas
tempat yang memberitahuku hanya nama-nama
dan masa-masa yang lampau
diukir diatas batu dari ujung ledakan Krakatau
tapi kebanyakan diatas tumpukan tengkorak
dan berhulu pada kebohongan
angin hanya berhembus sesekali
Tanggal Publikasi: 09 Mei 2011
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: sosial politik
Apa yang terjadi di negeri ini?
“Tidak ada apa-apa, sayang. Nikmati saja liburanmu. Lihatlah diriku!”
Begitulah jawab seorang mantan Jendral yang kini pedagang nyawa
Pada seorang bule
Dengan kulit kemerahan karena panas namun dinikmatinya
Di halaman belakang rumahku.
Kata-kata tadi menjelma peluru
Tanggal Publikasi: 16 Februari 2011
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: sosial politik
sudah ribuan mendahuluiku
beberapa dengan wajah masih terangkat
tapi kebanyakan sudah tak mampu lagi
bahkan hanya mengangkat ujung hidungnya
beberapa menerima tamparan rasa malu dengan sebuah janji
tapi kebanyakan menerimanya dengan sebuah keputusasaan
beberapa mencoba membuat perubahan walau berat
tapi kebanyakan hilang kesadarannya
Tanggal Publikasi: 16 Februari 2011
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: sosial politik
aku rasa
langit sedang membaca
puisi putus asa Neruda
malam ini
bulan leleh berkeping-keping
setelah lelah
seharian mengantongi
awan hitam
yang tak sabar ingin cepat hujan
ditambah antena-antena tv
dan teriakan antar tetangga
yang terus menusukinya
dari rumah susun dibawah
Tanggal Publikasi: 31 Maret 2010
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: budaya, kritik sosial, sosial politik, Kupu-kupu Gelisah, mengapa
Aku Bertanya dan Berkata Padamu
Karya : Ampon Yan
apa lagi yang ku tulis kawan
kaupun tahu menahu
bukankah bangsa ini kerumunan yang tersibuk sibuk
semua bersatu satu diberanda para penyihir
kaupun akan berumah disitu, kawan
apa lagi yang ku katakan kawan
kau pun membisu bisu
bukankah negeri ini panggung buat para penyanyi
GARIS BURAM
Karya : Ampon Yan
jika harapmu tidak datang pada saatnya
tak perlu kau sesali
karena garis hidup itu tidak berujung,
pucuknya adalah rahasia yang takkan teraba
kamupun tidak kuasa tuk menghapusnya,
maka mengalir sajalah,
seperti gemercik air yang sabar menitis dicelah bebatuan
maka bergairah sajalah,
Tanggal Publikasi: 15 Desember 2009
- Genre: Cerpen
- Bahasa: Indonesia
- Label: sosial, Absurdity, fiktif, liris, sosial politik, Absurdity maybe...
Cerpen : Saiful Bahri
Yang Terhormat Tuan Pencuri
Sungguh, Pencuri itu telah kami pertuankan! Setulusnya, Pencuri itu telah kami pertuankan!
Cerpen : Saiful Bahri
Mati Hati
Alam kampung masih pagi sekali ketika terbetik kabar bahwa penguasa kampung telah mati hati. Terperangahlah kami orang-orang penghuni kampung. Tepatlah ramalan Si Nujum Tua tiga belas purnama lalu bahwa akan tiba masa mati hati bagi penguasa tanah kampung pusaka sisa akhir generasi anak negeri. Telah masa mati hati! Sudah masa mati hati!
Cerpen : Saiful Bahri
Satir Sukar Mati
Cerpen : Saiful Bahri
Si Nujum Sial
Pada segaris tipis kerlip bintang gemintang, pada gerak puncak-puncak purnama, pada geriap gaib ajaib tukar bertukar malam, pada tamsil aneka tamsil segala peramalan, terbuhullah seuntai kisah sial Si Nujum Sial.
Cerpen : Saiful Bahri
Igau-Igau Desember
Tanggal Publikasi: 04 Juli 2008
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: sosial politik
TUGU KAMI
(ode buat tugu Jogja)
aku tahu betul
lelah kisahmu menjadi saksi
banyak cerita
dan tetap berdiri,
disimbol abadi nan tegap tetap,
padahal ribuan cerita
tak pernah berhenti mengitari
bersumpah atas perubahan
tentu, masih kau ingat
betapa sibuk peluru lalu lalang
menyuarakan kemerdekaan
dan anti-penjajahan,
atau semangat para pemuda
dalam derap kaki reformasi
Tanggal Publikasi: 04 Juli 2008
- Genre: Puisi
- Bahasa: Indonesia
- Label: sosial politik
PERANG
(Puisi ini untuk demonstrasi-demonstrasi didepan gedung DPR)
perang adalah bedtime-stories
ala Indonesia,
yang tidak pernah happily-never-after
ala Walt Disney.
di Indonesia,
perang begitu menarik
mungkin karena kebiasaan
atau pentas hiburan,
perang katanya ideologis
tapi di Indonesia
ekonomis politis najis!
perang terjadi karena presiden lupa



